Nirmana - Prinsip Penataan Rupa

Wednesday, December 9, 2020


Mari kita lanjutkan lagi pembahasan mengenai dasar-dasar teori nirmana. Teori-teori ini saya rangkum dan sarikan dari berbagai sumber yang ada. Mungkin tulisan ini dapat menjadi bahan masukan dan pembelajaran bagi yang belum pernah mempelajari, atau mungkin apabila sudah mempelajari bisa jadi bahan nostalgia. Bahasan kali ini mengenai prinsip-prinsip penataan rupa, akan saya jelaskan secara singkat saja.

Suatu karya seni, desain atau perancangan lainya yang mempunyai nilai estetika pasti melalui suatu proses merancang yang telah dipikirkan oleh pembuatnya. Istilahnya kalau di seni musik adalah aransemen, kalau di seni gerak itu koreografi, kalau di seni rupa, desain grafis, arsitektur, dan sejenisnya, mempunyai istilah penataan rupa.

Pada penataan rupa ini, terdapat prinsip-prinsip yang harus dimengerti oleh para pembuatnya. Tujuan pemahaman prinsip penataan rupa adalah agar pembuat dapat mengimplementasikan dalam karyanya agar menjadi sebuah karya yang memiliki nilai estetika.

Prinsip-prinsip penataan rupa adalah:

1. Ulang

Semua unsur rupa yang memungkinkan terjadinya pengulangan bentuk dengan parameter selisih antara dua bentuk atau lebih yang ada pada satu ruang (interval ruang).

Contoh: bentuk persegi yang diulang akan tampak menarik jika diulang terus menerus dan ada interval ruang diantara keduanya.

2. Mirip

Semua unsur rupa yang paduan bentuknya saling mirip memungkinkan terjadinya pengulangan dengan parameter selisih antara dua bentuk atau lebih yang ada pada satu ruang (interval ruang).

Contoh: bentuk persegi digabungkan dengan persegi panjang, atau lingkaran dengan silinder mempunyai bentuk yang mirip sehingga akan tampak menarik jika diulang terus menerus dan ada interval ruang diantara keduanya.

3. Kontras

Kontras dapat diartikan sebagai suatu perbedaan yang drastis. Dikatakan bahwa kontras adalah suatu dinamika dalam sebuah eksistensi, sehingga dapat merangsang minat, menghidupkan karya, serta membubuhi komposisi.

Apabila dalam suatu karya terlalu sedikit kontras akan menjadi monoton, begitu juga sebaliknya. Jadi pengaturan kontras harus pas. Tinggi rendahnya kontras biasanya sesuai dengan karakter perancang serta sesuai dengan tujuan dari karya tersebut.

4. Keutuhan

Keutuhan dapat diartikan sebagai kesatuan atau kohesi merupakan inti pokok dari komposisi. Keutuhan merupakan tujuan akhir kita dalam menciptakan suatu komposisi karya agar hasilnya dapat menarik secara estetis.

5. Gerak

Gerak adalah susunan unsur-unsur rupa yang memiliki keteraturan dalam suatu komposisi, serta memiliki atau menimbulkan arah yang menuju tujuan tertentu.

6. Irama

Irama adalah gerak teratur dari unsur rupa yang mempunyai interval terukur dan mempunyai proporsi. 

7. Ragam

Ragam merupakan variasi dari sebuah garis, bidang, dan lain sebagainya.

8. Proporsi

Proporsi adalah perbandingan antara satuan ukuran yang dinyatakan dengan bilangan simbol. Dalam suatu karya, proporsi menjadi sangat penting karena suatu komposisi dinyatakan baik bila memiliki proporsi yang pas. Peradaban kuno Yunani memiliki azaz proporsi yang terkenal yaitu golden mean (1:1,618). 

9. Aksentuasi

Aksentuasi adalah sentuhan pada suatu komposisi yang kehadiranya seolah-olah dominan namun tetap proposional dan terukur. Aksentuasi pada suatu komposisi dapat ditambahkan atau tidak, tergantung sang pembuat karya.

Tujuan dari aksentuasi:

a. Menarik perhatian

Aksentuasi yang digunakan hanya sedikit sehingga dapat menonjol dan menarik perhatian.

b. Menghilangkan kesan monoton

Sesuatu yang terlalu teratur dapat menjadi monoton sehingga kurang menarik.

10. Dominasi

Dominasi adalah suatu penonjolan dalam suatu komposisi. Dominasi bisa membuat suatu unsur rupa menjadi kontras, diperbesar, serta mempunyai nilai yang semakin kuat. 

11. Keseimbangan

Keseimbangan adalah suatu kesamaan berat oleh lebih dari satu kekuatan yang bertentangan. Keseimbangan berlaku pada suatu karya seni, desain atau perancangan lainya.

Jenis-jenis keseimbangan:

a. Keseimbangan formal

Keseimbangan antara hal-hal yang berlawanan, dari satu atau lebih unsur yang identik atau unsur yang hampir sama. Keseimbangan formal biasanya bersifat simetris sehingga kesan yang dihasilkan adalah tenang, bening, megah, agung, serta berwibawa.

b. Keseimbangan informal

Keseimbangan antara dua atau lebih unsur yang tidak sama (kontras) pada sebuah komposisi. Keseimbangan informal pasti bersifat asimetris sehingga timbul kesan dinamis.

c. Keseimbangan radial

Susunan dari semua bentuk atau unsur desain memusat pada suatu titik.

Post a Comment

© kamar812.