Software desain grafis yang banyak digunakan orang adalah software keluaran Adobe. Ada Adobe Photoshop, software desain grafis berbasis bitmap. Biasanya software ini digunakan orang untuk edit foto (seperti cropping, resize, dan sejenisnya), digital imaging, hingga digital drawing. Namun untuk kegiatan digital drawing biasanya perlu tambahan aksesoris lagi berupa pen tablet (yang paling populer mer Wacom). Selain itu ada pula Adobe Illustrator, software desain grafis berbasis vector. Biasnya software ini sangat asyik digunakan untuk kegiatan layouting (alternatif lain Adobe Indesign), tracing foto ala vector artis kebanyakan, desain logo, stationery, serta membuat desain berbasis vector lainya. Alternatif dari Adobe illustrator adalah Corel Draw, software berbasis vector lainya yang banyak digunakan orang.
Terdapat beberapa kendala ketika kita ingin menggunakan software buatan Adobe atau Corel. Kendala yang paling terasa untuk orang berkantong pas-pasan seperti saya adalah biaya lisensi bulananya. Untuk lisensi individual Adobe Photoshop CC, per bulanya kita diharuskan membayar 283.300 Rupiah, sedangkan Adobe Illustrator dikenakan biaya bulanan yang sama. Sedangkan untuk lisensi all apps dikenakan biaya bulanan sebesar 715.100 Rupiah. Sedangak untuk lisensi bisnis dikenakan biaya yang lebih mahal lagi. Ada alternatif yang lebih murah yaitu lisensi students & teachers sebesar 269.800 Rupiah untuk all apps, namun bagi saya tetap masih belum masuk hitungan budget saya. Ada lagi alternatif lain yaitu deownload versi pak tani, anda hanya perlu kuota internet dan kesabaran extra. Namun hal tersebut sangat tidak saya sarankan.
Tapi, tenang saja. Segala permasalahan pasti ada solusinya. Software berbayar jenis apapun biasanya ada software open sourcenya dengan kemampuan hampir mirip bahkan lebih powerfull. Karena sifat software yang open source ini maka bisa dipastikan software di develop beramai-ramai oleh orang dari seluruh dunia dan dapat kita unduh secara gratis.
Apa saja nama softwarenya? Sebenarnya ada banyak sekali namun karena saya hanya menggunakan dua software ini saja maka yang akan saya jelaskan hanya itu. Sisanya bisa anda cari sendiri, atau mungkin apabila anda ada informasi silahkan anda tinggalkan komen di bawah.
Oke, langsung saja.
1. INKSCAPE
Inkscape adalah salah satu software desain grafis berbasis vector yang bersifat open source dan dapat diunduh secara gratis, serta dapat digunakan di OS GNU/Linux, Windows, MacOS. Format standart yang digunakan Inkscape adalah SVG (Scalable Vector Graphics), namun aplikasi ini tetap dapat mengimport & export format lain (SVG, AI, EPS, PDF, PS, PNG). Karena sifatnya yang open source maka Inkscape didevelop oleh beragam orang di seluruh dunia sehingga mempunyai pilihan kustomisasi yang sangat lengkap serta banyak sekali add-on yang tersedia.
Karena hal tersebut maka menurut saya Inkscape sangat cocok untuk menjadi software substitusi dari Adobe Illustrator atau Corel Draw. Apabila anda tertarik atau ingin mencoba menggunakanya, anda bisa mengunduhnya dengan cara mengunjungi website inkscape.org
2. GIMP
GIMP merupakan singkatan dari GNU Image Manipulation Program, salah satu software desain grafis berbasis bitmap atau raster yang bersifat open source dan dapat diunduh secara gratis, serta dapat digunakan di OS GNU/Linux, Windows, MacOS. Karena sifatnya yang open source maka GIMP didevelop oleh beragam orang di seluruh dunia sehingga mempunyai pilihan kustomisasi yang sangat lengkap serta banyak sekali add-on yang tersedia.
GIMP biasanya digunakan untuk edit foto (seperti cropping, resize, dan sejenisnya), digital imaging, serta digital drawing. Karena hal tersebut maka menurut saya GIMP sangat cocok untuk menjadi software substitusi dari Adobe Photoshop. Apabila anda tertarik atau ingin mencoba menggunakanya, anda bisa mengunduhnya dengan cara mengunjungi website gimp.org
Sekian dulu artikel saya kali ini, apabila ada pertanyaan, masukan, atau pendapat bisa anda tulis di kolom komentar di bawah ini. Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat.

Post a Comment